<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title></title>
                <atom:link href="https://lenzanasional.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://lenzanasional.id/</link>
                <description></description>
                <lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 20:54:23 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://lenzanasional.id/</generator>
                <image>
                    <url>data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAAEAAAABCAYAAAAfFcSJAAAADUlEQVR42mPcsvtgPQAHDAKxdcw7tAAAAABJRU5ErkJggg==</url>
                    <title></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Baso Juherman Terpilih Aklamasi, Muaythai Jatim Pasang Target Emas PON 2028]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106172-baso-juherman-terpilih-aklamasi-muaythai-jatim-pasang-target-emas-pon-2028</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106172-baso-juherman-terpilih-aklamasi-muaythai-jatim-pasang-target-emas-pon-2028</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 20:54:23 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA,lenzanasional.com â Dukungan bulat dari 34 pengurus kabupaten/kota mengantarkan H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., M.AP., kembali menakhodai Pe]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA,lenzanasional.com – Dukungan bulat dari 34 pengurus kabupaten/kota mengantarkan H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., M.AP., kembali menakhodai Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jawa Timur masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Muaythai Indonesia Jawa Timur yang berlangsung di Aula Gedung Suhartatik KONI Jawa Timur, Surabaya, Minggu (1/11/2026).

‎Terpilihnya kembali Baso Juherman menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat ambisi Muaythai Jawa Timur mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

‎Baso menegaskan, kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah besar untuk membangun kepengurusan yang solid, profesional, dan berorientasi pada peningkatan prestasi serta keberlanjutan pembinaan atlet.

‎“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan sehingga saya kembali mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur. Sebanyak 34 pengurus kabupaten dan kota memberikan dukungan secara aklamasi,” ujar Baso.

‎Menghadapi PON 2028, Baso menyiapkan langkah strategis melalui penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan persaingan sehat sekaligus memastikan hanya atlet dengan kemampuan, kedisiplinan, dan peluang prestasi terbaik yang dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional.

‎Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan atau gagal memenuhi standar pembinaan berpotensi digantikan atlet lain yang dinilai lebih siap menyumbangkan medali emas.

‎“Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan,” tegasnya.

‎Menurut Baso, kesinambungan kompetisi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan. Karena itu, penguatan klub, pembinaan atlet usia muda, serta peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri akan terus menjadi perhatian kepengurusan mendatang.

‎Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan organisasi olahraga tidak cukup diukur dari terselenggaranya musyawarah, terbentuknya kepengurusan, maupun kemeriahan kegiatan seremonial.

‎Menurutnya, ukuran utama keberhasilan organisasi olahraga adalah kemampuan menghasilkan atlet berprestasi dan menyumbangkan medali bagi daerah.

‎Nabil mengapresiasi pembinaan Muaythai Jawa Timur yang dinilai menunjukkan konsistensi prestasi. Ia menyinggung keberhasilan Muaythai Jawa Timur meraih enam medali emas pada PON 2024 serta capaian juara umum dalam kejuaraan nasional berikutnya.

‎Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa keberhasilan Muaythai Jawa Timur bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil pembinaan yang terencana dan terukur.

‎Ia juga meminta seluruh Pengkab/Pengkot Muaythai Indonesia se-Jawa Timur tidak sekadar membentuk kepengurusan, tetapi aktif menjalankan pembinaan dan melahirkan atlet potensial dari daerah masing-masing.

‎Nabil menekankan pentingnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 sebagai tolok ukur pembinaan atlet kabupaten/kota sekaligus bagian dari proses regenerasi menuju PON 2028.

‎Dengan semakin meratanya potensi atlet di berbagai daerah, ia berharap Muaythai Jawa Timur mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus meningkatkan perolehan medali emas pada kejuaraan mendatang.

‎Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Ir. H. AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, M.HP., melalui sambutan yang dibacakan Koordinator Wilayah Barat II PBMI, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa Musprov merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi program kerja, serta menentukan arah pembinaan dan kepemimpinan organisasi.

‎LaNyalla mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi olahraga bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan peningkatan prestasi atlet.

‎Ia juga mendorong seluruh pengurus Muaythai Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan KONI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan olahraga, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri.

‎Menghadapi Porprov 2027 dan PON 2028, LaNyalla berharap seluruh jajaran Muaythai Jawa Timur mempersiapkan diri secara maksimal melalui latihan terukur, kompetisi berkelanjutan, dan pembinaan berjenjang.

‎Musprov yang mengusung tema “Konsolidasi Organisasi, Satukan Tekad, Tingkatkan Prestasi, Nyalakan Muaythai Jawa Timur” tersebut sekaligus menjadi momentum menyatukan kekuatan organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

‎Dengan dukungan 34 pengurus kabupaten/kota dan kepemimpinan Baso Juherman untuk periode 2026–2030, Muaythai Jawa Timur kini menghadapi tantangan mempertahankan dominasi prestasi, mempercepat regenerasi atlet, dan mewujudkan target kembali menjadi juara umum PON 2028.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-WA0031.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Kri]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Tanamkan Budaya Riset Sejak Sekolah, Ubaya dan CYS Fasilitasi 339 Pelajar di LPB Jatim 2026]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106169-tanamkan-budaya-riset-sejak-sekolah-ubaya-dan-cys-fasilitasi-339-pelajar-di-lpb-jatim-2026</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106169-tanamkan-budaya-riset-sejak-sekolah-ubaya-dan-cys-fasilitasi-339-pelajar-di-lpb-jatim-2026</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 19:24:43 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA â Membangun budaya penelitian di kalangan generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kritis, kr]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> – Membangun budaya penelitian di kalangan generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Jawa Timur (LPB Jatim) 2026 yang digelar Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Center for Young Scientists (CYS).

Ajang ilmiah yang dibuka pada Jumat (30/10/2026) di Gedung Perpustakaan Lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya, tersebut diikuti 339 pelajar dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur. Mereka membawa 180 judul penelitian yang mengangkat beragam persoalan dari sudut pandang keilmuan masing-masing.

Terdapat 10 bidang penelitian yang diperlombakan, meliputi Matematika, Fisika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Psikologi. Keragaman bidang tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap dunia penelitian tidak hanya terbatas pada ilmu eksakta, tetapi juga mencakup ilmu sosial dan humaniora.

Direktur Center for Young Scientists (CYS), Monika Raharti, Ph.D., menjelaskan bahwa Lomba Peneliti Belia memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar mencari peserta terbaik. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang akademik bagi pelajar untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta memperluas wawasan melalui diskusi dengan sesama peserta dan para pakar.

“Walaupun disebut lomba, kegiatan ini sebetulnya adalah sebuah konferensi yang sejatinya menjadi tempat berbagi pengetahuan satu sama lain. Jadi, peserta sekalian hendaknya mau belajar dari karya orang lain dan berdiskusi dengan para pakar,” ujarnya.

Monika menilai, pengalaman mengikuti forum penelitian sejak sekolah menengah dapat menjadi bekal penting bagi siswa ketika memasuki lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempertemukan minat riset pelajar dengan ekosistem penelitian yang lebih luas di universitas, termasuk fasilitas dan lingkungan akademik yang dimiliki Ubaya.

Dari 180 penelitian yang dipresentasikan, Monika melihat adanya kepedulian para peserta terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. Para pelajar tidak sekadar mengamati fenomena, tetapi juga berupaya merumuskan pendekatan penyelesaian masalah melalui kajian yang didukung data dan metode penelitian.

“Dengan usia yang masih sangat muda, para peserta sudah dapat menghasilkan metode pemecahan masalah yang bertanggung jawab dan dapat dibuktikan melalui sebuah riset dan data yang valid,” ungkapnya.

Ketua Panitia Lomba Peneliti Belia 2026, Yuan Yovita Setiawan, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa keberanian untuk bertanya dan mempertanyakan fenomena di sekitar merupakan modal awal dalam membangun karakter peneliti. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan menganalisis dan menguji suatu persoalan secara ilmiah.

Menurutnya, proses penelitian memberikan pengalaman berharga bagi peserta dalam mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta menyusun gagasan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kiranya, semangat Anda tidak berhenti pada kompetisi hari ini, namun terus bertumbuh menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan berbasis bukti di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Dukungan terhadap pengembangan potensi peneliti muda juga disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, Ph.D., yang hadir mewakili Rektor Ubaya. Ia menilai penelitian merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena membiasakan siswa memahami persoalan melalui pengamatan, kajian, dan pembuktian.

Menurut Suyanto, aktivitas penelitian sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan guru, rasa ingin tahu siswa dapat diarahkan menjadi sebuah penelitian yang terstruktur dan berpotensi dikembangkan lebih jauh ketika mereka memasuki perguruan tinggi.

“Sebenarnya, seluruh proses dalam melakukan kajian itu sudah biasa kita lakukan sehari-hari. Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan yang sangat potensial dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan prestasi akademik peserta, Ubaya juga memberikan apresiasi berupa kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan bagi para pemenang dari jenjang SMA yang berminat melanjutkan studi di kampus tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi tambahan agar para pelajar tidak berhenti mengembangkan potensi penelitian setelah mengikuti kompetisi.

Dalam proses penjurian, panitia melibatkan 30 akademisi yang terdiri atas 24 dosen Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM). Setiap peserta harus mempresentasikan hasil penelitian melalui poster ilmiah dan pemaparan lisan untuk dinilai oleh dewan juri.

Dari masing-masing bidang penelitian, akan dipilih enam tim terbaik dengan kategori juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan satu hingga tiga. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan hasil penelitian, tetapi juga bagaimana peserta menjelaskan gagasan dan mempertanggungjawabkan temuan mereka di hadapan para juri.

Kesempatan lebih besar juga menanti para peserta yang berhasil meraih juara pertama hingga ketiga. Mereka akan mendapatkan peluang untuk mewakili Jawa Timur dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2026 di Gading Serpong, Tangerang.

Melalui LPB Jatim 2026, Ubaya dan CYS berharap semakin banyak pelajar yang menjadikan penelitian sebagai bagian dari proses belajar. Tidak hanya untuk mengejar prestasi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang terbiasa berpikir berdasarkan fakta, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu menawarkan solusi melalui pendekatan ilmiah.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-WA0029.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Unesa Raih Penghargaan WATIKA dari Malaysia, Perkuat Kiprah Pendidikan Inklusif]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106166-unesa-raih-penghargaan-watika-dari-malaysia-perkuat-kiprah-pendidikan-inklusif</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106166-unesa-raih-penghargaan-watika-dari-malaysia-perkuat-kiprah-pendidikan-inklusif</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 17:09:25 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA â Komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mengembangkan pendidikan khusus dan inklusif mendapat pengakuan internasional. Pemerintah Ma]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> – Komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mengembangkan pendidikan khusus dan inklusif mendapat pengakuan internasional. Pemerintah Malaysia memberikan penghargaan WATIKA kepada Unesa atas kontribusi dan kiprahnya dalam mendorong kemajuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh istri Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr. Wan Azizah binti Dr. Wan Ismail, dalam sebuah acara di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 29 Oktober 2026.

Penghargaan WATIKA menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Unesa dalam mengembangkan pendidikan khusus (<em>special education</em>) dan memperluas praktik pendidikan inklusif. Pengakuan ini sekaligus mempertegas posisi Unesa sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki perhatian besar terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Salah satu faktor yang mendukung pencapaian tersebut adalah kerja sama internasional yang dijalin Unesa dengan Ashikin Holdings, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan khusus di Malaysia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk pelatihan bersertifikat di bidang pendidikan khusus bagi mahasiswa dan guru.

Dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa, Wulan Patria Saroinsong, menjelaskan bahwa WATIKA merupakan penghargaan kehormatan dari Pemerintah Malaysia yang diberikan kepada individu maupun lembaga atas prestasi dan kontribusinya di bidang tertentu.

Menurutnya, penghargaan yang diterima Unesa tidak terlepas dari rekam jejak panjang kampus tersebut dalam mengembangkan pendidikan inklusif serta memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

“Unesa mendapatkan penghargaan dalam bidang pendidikan khusus karena sejalan dengan keunggulan Unesa di bidang disabilitas dan inklusi. Unesa juga merupakan mitra Ashikin Holdings yang menangani pendidikan khusus di Malaysia,” jelasnya.

Wulan yang juga menjabat Head of Staff Mobility Section Unesa Global Engagement (UGE) itu menambahkan, kemitraan dengan Ashikin Holdings memberikan ruang bagi mahasiswa dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kapasitas serta memperdalam pemahaman mengenai pendidikan khusus.

Melalui program pelatihan bersertifikat, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendampingi anak penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, adaptif, dan mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik.

Pasalnya, penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan membuka kesempatan bagi anak penyandang disabilitas untuk bersekolah. Diperlukan pula kesiapan tenaga pendidik, metode pembelajaran yang sesuai, serta dukungan lingkungan sekolah agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Wulan menyebut penghargaan WATIKA sebagai pengakuan internasional terhadap perjalanan panjang Unesa dalam mengawal isu pendidikan inklusif dan disabilitas. Capaian tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan anak penyandang disabilitas.

“Penghargaan ini menjadi bukti perjalanan Unesa mengawal pendidikan inklusi dan disabilitas selama beberapa dekade yang mendapat pengakuan internasional. Harapannya, penghargaan ini bermanfaat bagi lembaga, khususnya bagi kesejahteraan anak-anak penyandang disabilitas dan kesetaraan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Pengakuan dari Pemerintah Malaysia ini juga dinilai membuka peluang lebih luas bagi Unesa untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dengan lembaga pendidikan luar negeri dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus di Indonesia.

Ke depan, Unesa diharapkan terus mengembangkan kolaborasi lintas negara, terutama dalam peningkatan kapasitas pendidik, pengembangan metode pembelajaran adaptif, serta perluasan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak.

Dengan demikian, penghargaan WATIKA tidak hanya menjadi pencapaian institusi di tingkat internasional, tetapi juga menjadi dorongan bagi Unesa untuk terus mengambil peran dalam mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan berkeadilan bagi semua.

Dalam prosesi penerimaan penghargaan tersebut, delegasi Unesa turut dihadiri Guru Besar bidang Pendidikan Inklusi Unesa, Budiyanto; Staf Ahli Rektor, Madlazim; serta Wulan Patria Saroinsong.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-WA0025.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Baso Juherman Kembali Pimpin Muaythai Jatim, Misi Besar Pertahankan Dominasi di PON 2028]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106160-baso-juherman-kembali-pimpin-muaythai-jatim-misi-besar-pertahankan-dominasi-di-pon-2028</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106160-baso-juherman-kembali-pimpin-muaythai-jatim-misi-besar-pertahankan-dominasi-di-pon-2028</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 15:56:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA â Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jawa Timur tidak ingin sekadar mempertahankan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> – Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jawa Timur tidak ingin sekadar mempertahankan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028. Berbekal keberhasilan menjadi juara umum pada penyelenggaraan sebelumnya, Muaythai Jatim mulai menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan perolehan medali emas sekaligus menjaga dominasi di tingkat nasional.

Persiapan menuju PON 2028 tersebut menjadi salah satu agenda penting yang mengemuka dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov MI Jawa Timur di Gedung Suhartatik KONI Jawa Timur, Minggu (1/11/2026).

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menegaskan, persiapan menghadapi pesta olahraga nasional empat tahunan itu harus dilakukan sejak dini. Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan persiapan menjelang pelaksanaan PON, tetapi harus dirancang melalui tahapan yang terukur dan berkelanjutan.

Salah satu langkah awal yang harus dimaksimalkan adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Ajang tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai sarana pemantauan, seleksi, sekaligus rekrutmen atlet potensial dari berbagai kabupaten dan kota.

"Untuk Muaythai, saya sudah menyampaikan kepada teman-teman agar menyukseskan Porprov terlebih dahulu sebagai bagian dari seleksi dan rekrutmen atlet. Setelah itu, mereka harus mulai memikirkan bagaimana mendesain persiapan menuju PON 2028," ujar Muhammad Nabil.

Nabil berharap, proses penjaringan atlet melalui kompetisi daerah dapat menghasilkan komposisi tim yang benar-benar kompetitif. Dengan demikian, atlet yang nantinya masuk dalam program persiapan PON merupakan mereka yang memiliki kemampuan, konsistensi, serta mental bertanding untuk bersaing di level nasional.
<h3>Target Lampaui Enam Medali Emas</h3>
Muaythai Jatim memiliki modal prestasi yang cukup kuat untuk menghadapi PON 2028. Namun, Nabil mengingatkan bahwa capaian sebelumnya tidak boleh membuat jajaran pengurus cepat berpuas diri.

Ia berharap perolehan enam medali emas yang pernah diraih Muaythai Jatim dapat ditingkatkan pada penyelenggaraan PON mendatang. Terlebih, terdapat kemungkinan penambahan nomor pertandingan yang bisa membuka peluang lebih besar bagi atlet Jawa Timur untuk menyumbangkan medali.

"Dari enam emas sebelumnya, mudah-mudahan pada nomor tarung nanti kita bisa mendapatkan lebih banyak medali. Saya berharap keputusan strategis mengenai hal tersebut dapat dirancang dalam forum Musprov ini," jelas pria kelahiran Probolinggo tersebut.

Menurut Nabil, peluang penambahan nomor pertandingan harus direspons dengan perencanaan yang matang. Pengurus perlu mengidentifikasi nomor-nomor potensial, memetakan kekuatan pesaing, serta memastikan atlet yang dipersiapkan memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi prestasi melalui berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun dalam rangkaian Babak Kualifikasi (BK) PON.

"Olahraga itu alat ukurnya prestasi. Di PON (Muaythai) kita juara umum, kemudian Kejurnas juga beberapa kali menjadi juara umum. Mudah-mudahan konsistensi itu bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada 2027, baik melalui Kejurnas maupun Babak Kualifikasi," tutur Nabil.
<h3>Baso Juherman Siapkan Promosi dan Degradasi Atlet</h3>
Di sisi organisasi, Baso Juherman kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Pengprov MI Jawa Timur periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan dari 34 pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Kembali dipercaya memimpin Muaythai Jatim, Baso menegaskan komitmennya untuk membangun kepengurusan yang solid dan berorientasi pada peningkatan prestasi. Ia juga ingin memastikan program pembinaan berjalan lebih terarah agar target mempertahankan gelar juara umum PON 2028 dapat diwujudkan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang telah memberikan dukungan sehingga saya kembali mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur periode 2026-2031. Sebanyak 34 pengurus kabupaten dan kota memberikan dukungan secara aklamasi," ungkap Baso.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah sistem promosi dan degradasi dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Kebijakan ini disiapkan untuk menjaga persaingan sehat sekaligus memastikan setiap atlet yang masuk dalam skuad Jawa Timur memiliki kualitas sesuai kebutuhan tim.

Melalui sistem tersebut, atlet dituntut menunjukkan perkembangan kemampuan, kedisiplinan, dan konsistensi selama menjalani latihan maupun mengikuti pertandingan. Atlet yang dinilai tidak mampu memenuhi standar atau kalah bersaing berpeluang digantikan oleh atlet lain yang memiliki potensi lebih besar.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi terhadap efektivitas pembinaan. Baso ingin komposisi atlet yang dipersiapkan menuju PON benar-benar berdasarkan kemampuan dan peluang meraih medali, bukan semata-mata mempertahankan nama-nama lama.

"Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan," beber Baso.

Menurutnya, intensitas pertandingan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet. Dengan semakin sering mengikuti kompetisi, atlet memiliki kesempatan mengasah teknik, memperkuat mental bertanding, serta mengevaluasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
<h3>Perluas Regenerasi Lewat Popda 2026</h3>
Selain memperkuat komposisi atlet senior, Muaythai Jatim juga mulai memperluas basis pembinaan melalui jalur olahraga pelajar. Salah satu momentum penting yang akan dimanfaatkan adalah masuknya Muaythai sebagai cabang olahraga ekshibisi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026.

Baso menilai kesempatan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan Muaythai kepada kalangan pelajar sekaligus membuka jalur pencarian bibit atlet baru. Selama ini, pembinaan atlet potensial perlu diperkuat sejak usia muda agar regenerasi dapat berjalan secara berkesinambungan.

"Kami berterima kasih kepada Dispora Jawa Timur dan Ibu Gubernur karena Muaythai bisa masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Popda 2026. Ini merupakan langkah baru dan akan membuat atlet-atlet pelajar mulai melirik Muaythai untuk meraih prestasi lebih baik," kata Baso.

Ia optimistis keikutsertaan Muaythai dalam Popda dapat memperluas jangkauan pembinaan hingga ke lingkungan sekolah dan daerah. Semakin banyak pelajar yang mengenal olahraga ini, semakin terbuka pula peluang menemukan atlet potensial yang nantinya bisa dikembangkan menjadi bagian dari tim Jawa Timur.

Baso juga berharap prestasi atlet Muaythai Jatim di tingkat nasional maupun internasional dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Keberhasilan para senior meraih gelar juara PON dan SEA Games diharapkan mampu menumbuhkan motivasi pelajar untuk mengikuti jejak mereka.

"Kami yakin bibit-bibit atlet akan semakin banyak. Mereka tentu bisa mencontoh para seniornya yang berhasil menjadi juara PON maupun SEA Games. Prestasi tersebut diharapkan memacu semangat pelajar yang berlatih Muaythai di Jawa Timur untuk meraih pencapaian lebih baik," pungkasnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2031, Muaythai Jatim kini dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan modal prestasi dan dukungan organisasi menjadi program pembinaan yang lebih kompetitif. Penguatan kompetisi daerah, evaluasi atlet melalui promosi-degradasi, serta perluasan regenerasi melalui Popda menjadi bagian dari langkah yang disiapkan.

Targetnya bukan hanya mempertahankan predikat juara umum PON 2028, melainkan membawa Muaythai Jawa Timur meraih prestasi yang lebih tinggi dengan tambahan medali emas. Muaythai Jatim ingin membuktikan bahwa dominasi prestasi bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi hasil dari pembinaan yang konsisten dan persiapan yang terencana.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-WA0021.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[PPP Mojokerto Dukung Perombakan DPP, Pencopotan Agus Suparmanto dan Gus Yasin]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106157-ppp-mojokerto-dukung-perombakan-dpp-pencopotan-agus-suparmanto-dan-gus-yasin</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106157-ppp-mojokerto-dukung-perombakan-dpp-pencopotan-agus-suparmanto-dan-gus-yasin</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 13:56:24 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[MOJOKERTO,lenzanasional.com â Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menghangat. DPC PPP Kota Mojokerto secara terbuka mendukung ke]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>MOJOKERTO,lenzanasional.com – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menghangat. DPC PPP Kota Mojokerto secara terbuka mendukung keputusan Rakornas III terkait pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen dari jabatan strategis di DPP PPP. Dukungan tersebut disertai sorotan terhadap dugaan ketidakaktifan pengurus pusat yang dinilai berpotensi menghambat perjuangan partai kembali ke Senayan pada Pemilu 2029.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPC PPP Kota Mojokerto, Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan, S.H., M.HP., C.C.D., C.R.M.O., sebagai bentuk sikap politik organisasi dalam mendukung kepemimpinan Ketua Umum DPP PPP, H. Muhammad Mardiono, serta upaya mengembalikan PPP ke parlemen pada Pemilu 2029.

Menurut Rizky, jabatan Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal merupakan posisi yang sangat strategis dan menentukan jalannya roda organisasi, sehingga harus diisi oleh figur yang memiliki komitmen, loyalitas, serta keaktifan dalam menjalankan agenda partai.

"Posisi yang ditempati Pak Agus Suparmanto dan Gus Yasin merupakan posisi yang sangat krusial. Kami tidak ingin perjuangan dan kerja keras pengurus DPC di tingkat bawah, DPW PPP Jawa Timur, bahkan hingga Ketua Umum DPP PPP, Bapak H. Muhammad Mardiono, dalam memperjuangkan kembalinya PPP ke Senayan menjadi sia-sia hanya karena persoalan ketidakaktifan Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal," tegas Rizky.

Rizky menilai bahwa setiap pengurus yang mendapatkan amanah menduduki jabatan strategis di tingkat pusat semestinya memberikan kontribusi nyata terhadap seluruh perjuangan partai, terutama dalam menghadapi tantangan politik menuju Pemilu 2029.

"Sudah seharusnya siapa pun yang menempati posisi krusial dalam struktur DPP mendukung penuh dan terlibat aktif dalam seluruh kerja keras partai. Jangan sampai jabatan strategis justru tidak berjalan maksimal ketika seluruh jajaran pengurus di daerah sedang bekerja keras membangun kembali kekuatan PPP," lanjutnya.

Rizky juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap hasil Rakornas III merupakan bagian dari semangat bersama jajaran pengurus daerah untuk memastikan kepemimpinan dan struktur DPP PPP berjalan secara efektif.

"Kami mendukung keputusan Rakornas III dan kepemimpinan Bapak H. Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP. Bagi kami, perjuangan mengembalikan PPP ke Senayan pada 2029 membutuhkan soliditas, kesungguhan, dan kerja nyata seluruh jajaran pengurus. Inilah semangat dukungan bersama yang kami harapkan terus tumbuh di seluruh DPC dan DPW PPP se-Indonesia," ungkapnya.

Senada dengan Ketua DPC, Sekretaris DPC PPP Kota Mojokerto, Dava Aldo Fernanda, S.IP., turut menyatakan dukungan terhadap keputusan Rakornas III, termasuk restrukturisasi kepengurusan DPP PPP.

"Kami dari DPC PPP Kota Mojokerto mendukung keputusan Rakornas III terkait pemberhentian Pak Agus Suparmanto dan Gus Yasin dari jabatan masing-masing. Kami juga mendukung kepemimpinan Bapak H. Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP. Sikap ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap keputusan organisasi dan perjuangan bersama PPP menuju Pemilu 2029," ujar Dava.

DPC PPP Kota Mojokerto menyatakan sikap tersebut sebagai dukungan kelembagaan terhadap hasil Rakornas III dan kepemimpinan DPP PPP di bawah H. Muhammad Mardiono. (red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/920fc55d-607d-479d-8285-78e3844bae6f.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Kri]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jatim Fun Run 5K di Banyuwangi Besutan MAKI Jatim Didominasi Pelari Jember]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106163-jatim-fun-run-5k-di-banyuwangi-besutan-maki-jatim-didominasi-pelari-jember</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106163-jatim-fun-run-5k-di-banyuwangi-besutan-maki-jatim-didominasi-pelari-jember</guid>
                    <pubDate>Sun, 01 Nov 2026 13:08:57 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BANYUWANGI â Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai penyelenggaraan Jatim Fun Run 5K bertajuk âThe Sunrise of Javaâ di Pancoran Waterpark, Banyuwan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI</strong> – Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai penyelenggaraan Jatim Fun Run 5K bertajuk “The Sunrise of Java” di Pancoran Waterpark, Banyuwangi, Minggu (1/11/2026). Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pelari asal Kabupaten Jember bahkan berhasil menempati dua posisi podium dalam persaingan kategori putra.

Kegiatan lari sejauh lima kilometer ini menjadi salah satu agenda penutup rangkaian The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM and Ekraf Fiesta 2026. Berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara aktivitas olahraga, hiburan, dan promosi potensi daerah.

Sejak pagi, para peserta mulai memadati kawasan Pancoran Waterpark untuk mengikuti perlombaan. Mereka datang dari sejumlah wilayah, terutama Banyuwangi dan Jember, serta daerah lain seperti Situbondo. Keikutsertaan pelari dari berbagai daerah membuat suasana kompetisi berlangsung semakin semarak.

Dalam kategori putra, Yosep asal Jember dengan nomor dada 0138 berhasil tampil sebagai yang tercepat. Ia mengungguli Ipon, pelari bernomor dada 0146 asal Situbondo, yang harus puas menempati posisi kedua.

Sementara itu, Berian dengan nomor dada 0175, yang juga berasal dari Jember, mengamankan peringkat ketiga. Hasil tersebut menjadikan Jember sebagai salah satu daerah yang mencuri perhatian dalam gelaran Jatim Fun Run 5K tahun ini.

Persaingan di lintasan lima kilometer tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan. Para peserta juga ditantang menjaga konsistensi langkah dan ketahanan fisik hingga mencapai garis finis. Meski berlangsung kompetitif, suasana kebersamaan tetap terasa sepanjang kegiatan.

Pada kategori putri, peserta dengan nomor dada 0285 berhasil meraih posisi pertama. Selain persaingan antarpelari dewasa, keikutsertaan peserta usia muda juga menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya Khalid, peserta berusia 11 tahun dengan nomor dada 0229. Kehadirannya menunjukkan bahwa olahraga lari mulai diminati berbagai kelompok usia. Partisipasi anak-anak dalam kegiatan semacam ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan pentingnya aktivitas fisik sejak dini.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan Jatim Fun Run 5K sengaja dihadirkan sebagai kegiatan olahraga yang dapat melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, olahraga mempunyai manfaat lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan dalam sebuah perlombaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin terdorong menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, pertemuan peserta dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan membangun komunikasi, memperluas pertemanan, dan mempererat silaturahmi.

Keterlibatan MAKI Jatim dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa ruang kolaborasi organisasi masyarakat dapat dikembangkan melalui aktivitas positif. Olahraga menjadi salah satu medium untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang inklusif dan penuh semangat kebersamaan.

Lebih jauh, penyelenggaraan Jatim Fun Run 5K tidak dapat dilepaskan dari konsep besar Fiesta 2026 yang menggabungkan olahraga, budaya, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Festival yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Pancoran Waterpark tersebut menjadi ruang promosi bagi berbagai potensi lokal. Kehadiran pelaku UMKM, komunitas, dan sejumlah unsur pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan interaksi yang memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam sejumlah pemberitaan mengenai penyelenggaraan festival, keterlibatan 18 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan 40 pelaku UMKM Banyuwangi menjadi bagian penting dari upaya memperluas promosi produk lokal. Dengan adanya kegiatan yang menghadirkan pengunjung dari berbagai wilayah, pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen baru.

Konsep tersebut juga sejalan dengan pengembangan Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata berbasis kegiatan atau *event tourism*. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini telah mengembangkan berbagai agenda olahraga yang dikombinasikan dengan promosi destinasi wisata.

Pengembangan *sport tourism* dinilai memiliki potensi besar karena mampu menghubungkan aktivitas olahraga dengan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta maupun pengunjung dari luar daerah berpeluang meningkatkan kebutuhan terhadap layanan penginapan, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM.

Banyuwangi sendiri telah memiliki pengalaman menyelenggarakan sejumlah kegiatan olahraga berskala besar, mulai dari lomba lari hingga kompetisi sepeda gunung. Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan karakter dan keunggulan destinasi wisata Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui Jatim Fun Run 5K, semangat serupa kembali dihadirkan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Pancoran Waterpark tidak hanya menjadi lokasi perlombaan, tetapi juga ruang pertemuan komunitas olahraga dan masyarakat yang ingin menikmati suasana festival.

Ke depan, kolaborasi antara olahraga, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif diharapkan semakin diperkuat. Penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak unsur dinilai dapat menciptakan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

Jatim Fun Run 5K pun menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan olahraga dapat dikemas lebih dari sekadar kompetisi. Di balik persaingan memperebutkan podium, terdapat semangat membangun kebugaran, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan potensi Banyuwangi sebagai salah satu daerah unggulan di Jawa Timur.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-WA0022.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[KONI Jatim Jajaki Kolaborasi dengan Jepang, Bidik Transfer Ilmu dan Sport Science]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106153-koni-jatim-jajaki-kolaborasi-dengan-jepang-bidik-transfer-ilmu-dan-sport-science</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106153-koni-jatim-jajaki-kolaborasi-dengan-jepang-bidik-transfer-ilmu-dan-sport-science</guid>
                    <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 19:33:37 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA â Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur membuka peluang memperluas kerja sama internasional dengan Jepang untuk meningkatkan kualitas ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur membuka peluang memperluas kerja sama internasional dengan Jepang untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet. Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup pertukaran pelatih, transfer pengetahuan teknik olahraga, hingga pengembangan sport science.

Peluang kerja sama itu mengemuka dalam penyelenggaraan Budo Festival 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang digagas Konsulat Jenderal Jepang tersebut menjadi sarana memperkenalkan berbagai seni bela diri tradisional Jepang sekaligus membangun kolaborasi olahraga antara kedua negara.

Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyambut positif inisiatif tersebut. Menurut dia, hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang yang telah terjalin lama memiliki peluang untuk diperkuat melalui kerja sama yang lebih konkret di bidang olahraga.

"Persahabatan Indonesia-Jepang ini sudah berjalan cukup lama. Namun, hari ini ada spesifikasi persahabatan dalam bidang olahraga dan kerja sama ini sangat menarik," ujar Nabil.

Dia melihat Jepang memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan berbagai cabang olahraga yang dapat menjadi referensi bagi pembinaan atlet di Jawa Timur.

Karena itu, kerja sama tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan pengenalan cabang olahraga. Lebih jauh, diperlukan pertukaran keahlian yang memungkinkan pelatih dan atlet memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru.

Nabil menyebut pengembangan sport science menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dijajaki. Selain itu, pertukaran pelatih dan transfer metode latihan juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembinaan olahraga.

Namun, dia menegaskan bahwa realisasi kolaborasi tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Pengenalan cabang olahraga dan pemetaan potensi menjadi langkah awal sebelum kerja sama yang lebih teknis dikembangkan.

"Secara bertahap kita berharap seperti itu. Mereka mentransformasikan ilmunya kepada kita dalam bentuk teknik dan latihan. Paling tidak, temanya sudah kita tangkap dan ini memberikan stimulus besar bagi pembinaan prestasi kita ke depan," jelasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu mengatakan, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi Budo Festival karena memiliki banyak perguruan bela diri Jepang dengan jumlah peminat yang cukup besar.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pengenalan seni bela diri Jepang kepada masyarakat sekaligus membangun hubungan yang lebih erat melalui olahraga.

"Karena banyaknya cabang olahraga yang dimainkan di Jawa Timur, sejak dahulu kami memiliki gagasan untuk menggelar Festival Budo di Jawa Timur," kata Takonai.

Dia juga mengapresiasi dukungan KONI Jawa Timur dan Unesa dalam menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut. Takonai berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai bentuk kerja sama strategis antara Jepang dan Indonesia.

Nabil sendiri menilai peningkatan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mengembangkan cabang olahraga baru maupun yang sudah dikenal. Semakin luas keterlibatan masyarakat, semakin besar peluang menemukan bibit atlet potensial.

"Semangat partisipasi itu maksudnya semakin banyak masyarakat yang akan mengikuti dan tertarik dengan cabor-cabor tersebut. Itu yang mesti kita pikirkan," tambahnya.

Melalui Budo Festival 2026, KONI Jatim berharap terbuka kesempatan untuk membangun hubungan olahraga yang lebih produktif dengan Jepang. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembinaan dan daya saing atlet Jawa Timur.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/10/IMG-20261031-WA0029.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Pelajar Banyuwangi Ikrar Tolak Perundungan, MAKI Perluas Gerakan hingga Sekolah]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106150-pelajar-banyuwangi-ikrar-tolak-perundungan-maki-perluas-gerakan-hingga-sekolah</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106150-pelajar-banyuwangi-ikrar-tolak-perundungan-maki-perluas-gerakan-hingga-sekolah</guid>
                    <pubDate>Sat, 31 Oct 2026 16:23:44 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BANYUWANGI â Upaya memutus mata rantai perundungan di kalangan generasi muda membutuhkan keterlibatan langsung para pelajar. Berangkat dari semangat te]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI</strong> – Upaya memutus mata rantai perundungan di kalangan generasi muda membutuhkan keterlibatan langsung para pelajar. Berangkat dari semangat tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengajak ratusan pelajar di Kabupaten Banyuwangi menjadi bagian dari gerakan melawan bullying.

Ajakan itu diwujudkan melalui deklarasi anti-perundungan yang digelar pada hari kedua pameran The Biggest Culture of Jatim With UKM/UMKM and Ekraf Fiesta 2026 di Pancoran Waterpark, Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026).

Ratusan siswa bersama guru pendamping dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyatakan komitmen untuk tidak melakukan, membiarkan, maupun mendukung tindakan perundungan yang dapat merugikan orang lain.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan gerakan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan deklarasi semata. Menurutnya, pelajar harus memiliki keberanian untuk menjadi bagian dari solusi ketika menghadapi persoalan perundungan di lingkungan sekitarnya.

Heru menilai, bullying masih kerap dipandang sebagai persoalan biasa dalam pergaulan anak-anak dan remaja. Padahal, tindakan seperti mengejek, menghina, mengucilkan, mengintimidasi, hingga melakukan kekerasan fisik dapat meninggalkan dampak panjang bagi korban.

"Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa kita tidak boleh tinggal diam terhadap segala bentuk perundungan. Kami ingin mengajak seluruh pelajar untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying. Jangan sampai tindakan yang dianggap sebagai candaan justru melukai perasaan, merusak mental, bahkan menghancurkan masa depan seseorang," tegas Heru.

Ia mengingatkan, dampak perundungan tidak hanya dirasakan secara fisik. Korban juga berpotensi mengalami tekanan emosional, kehilangan rasa percaya diri, serta kesulitan membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Persoalan tersebut semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital. Perundungan kini tidak hanya terjadi secara langsung di sekolah atau lingkungan pergaulan, tetapi juga merambah media sosial melalui praktik cyberbullying.

Komentar kasar, penghinaan di ruang digital, penyebaran foto atau video tanpa persetujuan, hingga tindakan mempermalukan seseorang di media sosial merupakan bentuk perundungan yang harus diwaspadai.

Karena itu, Heru berharap para pelajar memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap perilaku yang berpotensi menyakiti orang lain. Mereka juga diminta tidak ikut menyebarkan konten yang merendahkan seseorang atau menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan olok-olok.

Sebagai tindak lanjut deklarasi, MAKI Korwil Jatim akan memberikan sertifikat anti-perundungan kepada seluruh pelajar yang hadir. Sertifikat tersebut akan dikirimkan ke sekolah masing-masing sebagai bentuk apresiasi sekaligus penegasan bahwa para peserta merupakan duta anti-bullying MAKI Jawa Timur.

Keberadaan duta anti-perundungan ini diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan sekolah. Para pelajar diharapkan mampu menyampaikan pesan positif kepada teman sebaya, mengingatkan ketika terjadi tindakan perundungan, serta mendorong terciptanya budaya saling menghormati.

"Ini sebagai bentuk apresiasi MAKI Korwil Jatim terhadap mereka. Keberadaan duta anti-bullying di kalangan pelajar Banyuwangi ini diharapkan sosialisasi anti-perundungan di lingkungan sekolah atau di mana saja bisa cepat tersebar dan berdampak langsung terhadap perilaku anak muda," pungkas Heru.

<strong>Tanda Tangan Massal Jadi Simbol Komitmen</strong>

Selain deklarasi dan pembentukan duta anti-bullying, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi penandatanganan kain putih sepanjang 50 meter. Ratusan pelajar dan guru pendamping membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dukungan terhadap gerakan pencegahan perundungan.

Kain yang telah ditandatangani tersebut rencananya akan dipajang di Kantor Bupati Banyuwangi. Kehadirannya diharapkan menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan bebas perundungan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Aksi tersebut sekaligus mempertegas bahwa komitmen melawan bullying harus dibangun secara kolektif. Setiap orang memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, menghargai perbedaan, dan tidak memberikan ruang bagi tindakan kekerasan.

Penyelenggaraan deklarasi anti-perundungan dalam rangkaian The Biggest Culture of Jatim 2026 juga memperlihatkan bahwa kegiatan pameran tidak hanya berorientasi pada promosi budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif. Ajang tersebut turut menjadi ruang untuk menyampaikan pesan edukasi dan membangun kepedulian sosial.

Melalui keterlibatan ratusan pelajar Banyuwangi, MAKI Jawa Timur berharap gerakan anti-bullying dapat berkembang menjadi kebiasaan positif di lingkungan pendidikan. Sebab, keberhasilan mencegah perundungan bukan diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti deklarasi, melainkan dari perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan keberanian membela sesama. Dengan begitu, sekolah dan lingkungan pergaulan dapat menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, serta meraih masa depan tanpa bayang-bayang perundungan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/10/GridArt_20261031_110800646.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jangan Umbar Proksi Tanpa Data, GNK Ingatkan Bahlil: Taruhannya Marwah Indonesia di ASEAN]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106144-jangan-umbar-proksi-tanpa-data-gnk-ingatkan-bahlil-taruhannya-marwah-indonesia-di-asean</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106144-jangan-umbar-proksi-tanpa-data-gnk-ingatkan-bahlil-taruhannya-marwah-indonesia-di-asean</guid>
                    <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 20:10:46 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JAKARTA, Lenzanasional - Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menuding gas Indonesia yang dikontrak Singapura dijual kembali ke negara lain, menuai]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Lenzanasional</strong> - Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menuding gas Indonesia yang dikontrak Singapura dijual kembali ke negara lain, menuai kritik keras.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Syakur Ali Mahdi Alhamid, menilai pernyataan Bahlil yang juga menjabat Menteri Hilirisasi dan Transisi Energi serta Ketua Umum Partai Golkar itu ngawur, serampangan, dan merusak hubungan internasional.

"Seharusnya jika ada kecurigaan gas itu dijual lagi, Bahlil sebagai Menteri ESDM itu bisa memberikan sanksi tegas dan menginformasikan itu berdasarkan perjanjian internasional. Nah, sekarang kenyataannya Bahlil harus membuktikan," tegas Syakur kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).

Syakur mengingatkan, Bahlil tidak boleh menjadikan isu kontrak strategis antar-negara sebagai arena saling menjatuhkan dan menguji argumen secara tidak sehat di ruang publik.

"Bahlil sebagai menteri yang sekaligus Ketua Umum Partai Golkar harus betul-betul hati-hati sekali dalam mengumbar pernyataan. Jangan sampai pernyataan Bahlul itu dijadikan arena forum untuk saling menguji argumentasi secara tidak sehat," sindirnya.

Menurut Syakur, kontrak kerja dengan Singapura itu sudah berdasarkan update kebutuhan dan kelangsungan sumber daya. Singapura bukan negara kaleng-kaleng yang main-main dengan kontrak energi.

"Logika saja ya, pemerintah Singapura itu tidak mungkin kontrak kerja gas dijual lagi ke negara lain kalau bukan untuk kebutuhan rakyatnya. Singapura itu negara yang sudah stabil, stabil politiknya, lebih stabil politiknya daripada Indonesia," tegasnya.

Ia justru curiga pernyataan Bahlil yang mengumbar proksi tanpa data itu bermotif politik dan tidak paham peta perdagangan migas dunia.

"Gimana pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM mengumbar proksi? Ini untuk apa? Hasilnya apa? Kalau mengacu pada kebutuhan negara Singapura, saya yakin Singapura itu tidak akan melakukan penyelewengan terhadap janji perdagangannya," ujarnya.

Syakur pun melontarkan kritik pedas, jangan sampai kecurigaan Bahlil yang tak berdasar ini melebar dan menjadi blunder internasional.

"Kalau Bahlil curiga gas dijual lagi, nanti ada kecurigaan lagi kebutuhan mineral dan batubara Singapura dijual lagi ke negara ketiga, keempat. Perdagangan dunia, perdagangan migas itu salah satu pusatnya di Singapura, mungkin di Dubai. Jangan asal bunyi," ucapnya.

Ia menegaskan, Singapura mengelola negara untuk kepentingan rakyatnya, sehingga tidak mungkin melakukan praktik jual-beli gas yang mencoreng komitmen kontrak internasional seperti yang dituduhkan Bahlil tanpa bukti. (Lk)

</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/10/97b19393-8593-4166-9f97-37c0cec32c1c.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[AJ1 Muhajir]]></dc:creator><category><![CDATA[AA LaNyalla Mahmud Mattalitti]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Sambut HUT ke-81 Jatim, MAKI dan Pancoran Grup Gelar Pameran UMKM serta Ekonomi Kreatif di Banyuwangi]]></title>
                    <link>https://lenzanasional.id/news-106138-sambut-hut-ke-81-jatim-maki-dan-pancoran-grup-gelar-pameran-umkm-serta-ekonomi-kreatif-di-banyuwangi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://lenzanasional.id/news-106138-sambut-hut-ke-81-jatim-maki-dan-pancoran-grup-gelar-pameran-umkm-serta-ekonomi-kreatif-di-banyuwangi</guid>
                    <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 13:18:34 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BANYUWANGI â Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur mulai terasa di Kabupaten Banyuwangi. Melalui kolaborasi The Biggest Culture o]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><strong><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->BANYUWANGI<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></strong><!--/it--><!--it--><!--if--> – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur mulai terasa di Kabupaten Banyuwangi. Melalui kolaborasi The Biggest Culture of Jatim bersama Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, sebuah pameran UMKM dan ekonomi kreatif digelar di lingkungan Pancoran Grup, Dusun Pancoran, Kecamatan Rogojampi, Jumat (30/10/2026).<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Mengusung tema <!--/if--><!--/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->“The Biggest Culture of Jatim”<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></em><!--/it--><!--it--><!--if-->, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang produktif, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Selama tiga hari penyelenggaraan, panitia menghadirkan sebanyak 60 stan pameran yang terdiri dari 20 stan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 40 stan pelaku UMKM. Menariknya, seluruh fasilitas stan bagi peserta disediakan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Tidak hanya menghadirkan pameran produk unggulan, kegiatan tersebut juga dikemas dengan beragam agenda yang melibatkan masyarakat luas. Di antaranya fun run dengan target 1.000 peserta, lomba mewarnai yang diikuti 250 peserta, fashion show dengan 50 peserta, serta deklarasi antiperundungan atau bullying yang melibatkan 500 peserta.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Suasana kegiatan juga akan semakin meriah dengan penampilan sejumlah artis dan musisi, yakni Guntur, Dini Kurnia, Wandra, serta Lala Widi.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Owner Pancoran Grup, Istikomah, turut berperan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan ini menjadi bagian dari keterlibatan pihak swasta dalam menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dan budaya daerah.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Kolaborasi antara The Biggest Culture of Jatim, MAKI Jawa Timur, dan Pancoran Grup diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas bagi perkembangan UMKM Banyuwangi. Melalui pameran ini, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan pemasaran, serta menjangkau konsumen yang lebih luas.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Di samping aspek ekonomi, kegiatan tersebut juga membawa pesan sosial melalui deklarasi antiperundungan. Keterlibatan ratusan peserta menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari tindakan perundungan.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Sementara itu, kehadiran MAKI Jawa Timur dalam kegiatan ini turut memperlihatkan keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam ruang kolaborasi publik. Nilai transparansi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan lintas komunitas tersebut.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Momentum peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk kembali mengangkat potensi daerah, khususnya sektor UMKM, budaya, dan ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap terbangun kemitraan yang tidak hanya berlangsung selama acara, tetapi juga dapat berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--it-->
<p class="x12ofw9d"><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pameran di Dusun Pancoran, Rogojampi, tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan potensi daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pelaku usaha, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat identitas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Kabupaten Banyuwangi dan Jawa Timur.<!--/if--><!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>
<!--/it--><!--/for--><!--/comp--></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://lenzanasional.id/po-content/uploads/2026/10/IMG-20261030-WA0042.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai ketiga dari kanan. Foto: Dindik Jatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Z4L Z4L]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item></channel></rss>