Gresik – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, menyerahkan lima unit drop box sampah kepada SMAN 1 Gresik sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan dan meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, Kamis (15/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Alif, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai. Penyerahan fasilitas itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kadindik Aries Agung Paewai Dorong Guru PAI Perkuat Akhlak Siswa di Era Digital
Lima drop box yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini juga menjadi media edukasi bagi peserta didik agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, termasuk menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Baca Juga: Program SIKAP Antar Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Perkuat Ketahanan Pangan
Menurutnya, penyediaan fasilitas pendukung seperti drop box sampah akan semakin memperkuat implementasi pendidikan karakter di sekolah, sekaligus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang telah dijalankan oleh satuan pendidikan di Jawa Timur.
SMAN 1 Gresik dipilih sebagai salah satu sekolah penerima bantuan karena dinilai aktif mengembangkan budaya sekolah yang berorientasi pada kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Baca Juga: Jelang TKA Gelombang 2, Kadindik Jatim Pastikan Kesiapan Siswa SMA Khadijah Surabaya
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, dan pihak sekolah, budaya peduli lingkungan diharapkan semakin mengakar di kalangan pelajar. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang mendukung terciptanya generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih bersih serta berkelanjutan.
Editor : Z4L Z4L